Pemanfaatan Ulang Plastik

Sampah plastik identik dengan jenis sampah yang sulit untuk didaur ulang secara alami di dalam tanah. Oleh karena itu, resiko sampah plastik untuk dibuang secara sembarangan lebih besar dibanding sampah organik yang dapat terurai oleh tanah. Konsumsi  manusia modern menghasilkan sampah plastik dengan beragam warna dan dilapisi aluminium foil yang kadangkala sama sekali tidak mempunyai harga jual. Sampah-sampah jenis ini kemudian hanya berakhir sebagai limbah dimana kebanyakan cara penyelesaiannya adalah dengan cara dikubur dan dibakar. Sampah plastik yang dikubur didalam tanah tidak akan terurai hingga lebih dari 1000 tahun dan pembakaran sampah plastik akan menghasilkan racun yang berbahaya bagi manusia yang mengirupnya. Permasalahan sampah plastik berwarna yang kurang menjual disikapi. Dengan mengolah sampah plastik berwarna menjadi produk kerajinan yang kreatif.  dapat memilih berbagai produk kerajinan dari sampah plastik dengan beragam bentuk dan motif. Mulai dari tas, dompet, sampul buku, tempat koran, kursi, penutup majic jar, atau galon dan berbagai macam produk unik yang berasal dari sampah plastik. Berikut ini adalah contoh usaha kita untuk mengurangi limbah plastic dengan cara membuat kerajinan yang bermanfaat :

Anda bisa mendapat dua manfaat yakni mendapat kerajinan cantik, anda pun sudah turut berpartisipasi menyelamatkan lingkungan dari ancaman sampah plastik.

Kerajinan yang dapat dibuat untuk plastik yang memiliki motif dapat di buat dengan cara sebagai berikut :

  1. Cuci kemasan plastik dengan menggunakan air, lalu lap hingga kering. Setiap kemasan memuat banyak gambar dan tulisan yang masing-masing dapat menjadi corak. Setelah menentukan corak yang akan ditonjolkan, gunting kedua ujung serta bagian tengah (atau samping, tergantung corak yang dipilih).
  2. Lipat kemasan secara horizontal menjadi tiga lipatan, serut dengan gunting untuk mematikan lipatan, lalu jepit. Lakukan hal yang sama dengan kemasan plastik sejenis.
  3. Lipat kemasan yang sudah dijepit ke arah vertikal, dengan pembagian 1/3 di bagian depan dan 2/3 di bagian belakang, lalu tautkan dengan kemasan lain yang sudah sama-sama dilipat.
  4. Gunting bagian kemasan yang berlebih, lalu selipkan masing-masing ujung kemasan ke bagian belakang. Lanjutkan anyaman dengan menautkan kemasan lain yang sudah dilipat di bawah anyaman pertama dan lakukan hal yang sama. Ingat, panjang anyaman harus genap. Panjang anyaman disesuaikan dengan jenis barang yang akan dibuat. Untuk tempat pensil, panjang anyaman cukup 8 kotak, untuk tas, panjang anyaman antara 24 sampai 30 kotak, sedangkan untuk dompet cukup 20 kotak saja.
  5. Jahit anyaman menggunakan jarum dan benang karung sesuai dengan bentuk yang diinginkan.
  6. Tahap berikutnya adalah membuat alas anyaman. Bentuk anyaman menjadi balok dengan menjahit empat kotak di kanan dan kiri. Setelah itu, isi bagian alas yang kosong dengan kotak anyaman lain dengan cara menjahitnya. Dasar yang telah dibentuk dapat langsung disatukan dengan hasil anyaman bagian atas tadi. Tambahkan aksesori sesuai selera, seperti resleting, payet, atau kain lapis di bagian dalam.

Bagi yang ingin memanfaatkan tas kresek yang sudah tak terpakai lagi menjadi barang kerajinan yang memiliki nilai jual tinggi, berikut langkah-langkah pembuatannya.

  1. Tas plastik bekas yang sudah tidak terpakai dikumpulkan lalu dicuci bersih.
  2. Kelompokkan plastik-plastik tersebut menurut warnanya, biasanya ada hitam, putih, merah, biru, dsb. (Bisa juga dipisahkan menurut ukuran serta ketebalannya, sehingga bisa lebih seragam).
  3. Potong melintang dengan ukuran 15 cm x 40 cm. Ukuran ini bisa diatur sesuai jenis produk yang ingin dihasilkan.
  4. Tentukan warna motif yang akan dibuat. Jika menginginkan tas motif merah hitam, maka plastik warna itu saja yang digunakan.
  5. Kaitkan potongan-potongan tersebut sehingga membentuk anyaman. Setelah saling terikat lalu disimpulkan membentuk segi empat. Begitu seterusnya sampai membentuk lembaran.
  6. Setelah membentuk lembaran, barulah dipotong/dibentuk lagi sesuai keinginan.

Langkah-langkah tersebut hanya teknik dasar saja. Masih perlu proses lebih lanjut untuk bisa menghasilkan produk yang bernilai ekonomi. Disini dituntut sebuah kreatifitas dari sang pembuat.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: